Java OOP - Class dan Objek dalam Java

Objek dalam Java

Setiap objek pasti memiliki perilaku dan sifat misalnya objek kursi, sepeda, penanda, bolpoin, meja, mobil dll.

Sebuah objek dalam Java memiliki tiga karakteristik:

  • state : mewakili data (nilai) dari sebuah objek.
  • behavior / perilaku: mewakili perilaku (fungsi) dari sebuah objek seperti membosankan, menarik dll
  • identity / identitas: Identitas Obyek biasanya dilaksanakan melalui ID unik. Tapi, itu digunakan secara internal oleh JVM untuk mengidentifikasi setiap objek unik.

Contoh: Messi adalah objek. Namanya Lionel Messi , kulitnya putih, hal tersebut yang dikenal sebagai state. Messi adalah pemain sepak bola , sehingga bermain sepak bola adalah perilakunya.

Objek merupakan instance dari kelas. Class adalah template yang objek diciptakan. Jadi objek adalah instance (hasil) dari sebuah class.

Contoh sederhana

Kita sudah masuk ke contoh OOP, di dalam java kita memperlakukan class sebagai objek, class tersebut kita bisa gunakan di class lain dengan melakukan Inheritance. Dibawah ini adalah contoh membuat class yang di Inheritance  :

class A{
      public int a;
      public String b;
}

kemudian kita  buat/panggil objek nya di class lain

public class B {
      public static void main(String[] args){

        A obj = new A(); // membuat objek class A dengan nama obj
        obj.a=10; //isi nilai variabel a
        obj.b="Halo"; //isi nilai variabel b
        System.out.println("Nilai a " + obj.a);
        System.out.println("Nilai b " + obj.b);
      }
}

output

Nilai a 10
Nilai b Halo

Dari apa yang kita lihat diatas berarti kita dapat memanipulasi data yang ada dalam objek class A setelah kitabuat objeknya new A(); . Class berdua di atas dapat kita gabung menjadi 1 file dengan nama B.java

class A{
      public int a;
      public String b;
}

public class B {
      public static void main(String[] args){

        A obj = new A(); // membuat objek class A dengan nama obj
        obj.a=10; //isi nilai variabel a
        obj.b="Halo"; //isi nilai variabel b
        System.out.println("Nilai a " + obj.a);
        System.out.println("Nilai b " + obj.b);
      }
}

output yang dihasilkan sama.

Terus apa jadinya kalau properti String b kita tidak masukan nilai?

class A{
      public int a;
      public String b;
}

public class B {
      public static void main(String[] args){

        A obj = new A(); // membuat objek class A dengan nama obj
        obj.a=10; //isi nilai variabel a dan kita tidak mengisi nilai variabel b
        System.out.println("Nilai a " + obj.a);
        System.out.println("Nilai b " + obj.b);
      }
}

output

Nilai a 10
Nilai b null

nilai b akan bernilai null karena kita belum memasukan nilai apapun kedalamnya.

Konsep OOP

Seperti kita ketahui bahwa Java adalah bahasa pemrograman yang secara full menggunakan konsep OOP (walaupun di Java 8 juga menggunakan konsep Struktural juga). Secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa sebuah aplikasi Java yang dikembangkan dengan OOP selalu menggunakan konsep :

  • Object
  • Class
  • Inheritance
  • Polymorphism
  • Abstraction
  • Encapsulation

Pembahasan lebih lanjut tentang konsep OOP dalam Java akan dibahas di seri next tutorial.. :)

Artikel ini adalah bagian dari seri Tutorial Java Core


Related Post